Sinergitas Orang Tua dan Sekolah dalam Pengembangan Akhlaq Anak di MAN 2 Banyuwamgi
Sinergitas Orang Tua dan Sekolah dalam
Pengembangan Akhlaq Anak di MAN 2 Banyuwamgi
Auliana Wahyu Safitri
Tadris Matematika
E-mail: aulianasafitri1001@gmail.com
Abstract
This study aims to examine the synergy of parents and schools in the development of children's morality in MAN 2 Banyuwangi. Morals are internal qualities that a person has and becomes his character. Morals in children cannot just be formed. Education is needed in developing children's morality, namely through informal education and formal education. Informal education is the first education that children get in developing morals because it takes place in a family environment and involves the role of parents intensively. However, informal education alone is not sufficient in developing children's morals, it also requires formal education. Formal education is education that involves activities that occur in the school or pesantren environment. The main problem is how the synergy between parents and schools in developing children's morals.
Keywords: Synergy, Education, Parents, Schools, Children's Morals
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang sinergitas orang tua dan sekolah dalam pengembangan akhlaq anak di MAN 2 Banyuwangi. Akhlak adalah sifat internal yang dimiliki seseorang dan menjadi karakternya .Akhlak dalam diri anak tidak dapat terbentuk begitu saja.Perlu adanya pendidikan dalam mengembangkan akhlaq anak, yaitu dengan pendidikan informal dan pendidikan formal.Pendidikan informal merupakan pendidikan pertama yang anak dapatkan dalam mengembangkan akhlak karena berlangsung di lingkungan keluarga dan melibatkan peran orang tua secara intens.Namun, pendidikan informal saja tidak cukup dalam mengembangkan akhlak anak, dibutuhkan juga pendidikan formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang melibatkan aktifitas yang terjadi di lingkunagan sekolah atau pesantren. Pokok masalahnya adalah bagaimana sinergitas orang tua dan sekolah dalam mengembangkan akhlak anak.
Kata Kunci : Sinergitas, Pendidikan, Orang Tua, Sekolah, Akhlaq Anak
I. PENDAHULUAN
Sistem pendidikan Nasional di jelaskan dalam UU No.20 Tahun 2003 bab 1 pasasl 1 dijelaskan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”.
Berdasarkan UU tersebut, salah satu tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan akhlak.Akhlak merupakan sifat internal yang dimiliki manusia dan menjadi karakternya yang melekat pada jiwa manusia dan merupakan pondasi untuk membentuk pribadi manusia secara utuh.“Dalam diri manusia terdapat 2 potensi, yakni potensi untuk melakukan kebaikan dan potensi untuk melakukan keburukan. Keduanya merupakan suatu proses, dari baik ke buruk, buruk menjadi baik, atau tetap selalu dalam kebaikan. Proses tersebut akan berhenti pada suatu titik yang kemudian membentuk kecenderungan manusia. Agar manusia dapat bertahan dalam kecenderungan yang baik maka diperlukan pendidikan akhlak”. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan akhlak anak adalah dengan pendidikan. Dengan demikian, dibutuhkan pendidikan orang tua dan sekolah untuk mengembangkang akhlak anak. Dalam hal ini sinergitas antara orang tua dan sekolah dalam mengembangkan akhlak anak sangatlah penting.
Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara anak, orang tua, sekolah, dan pemerintah.Semua pihak harus memiliki sinergitas dalam mengembangkan akhlak anak. “Akhlak pada anak terbentuk melalui dua cara, yaitu pendidikan informal dan pendidikan formal”. Pendidikan informal adalah pendidikan yang berlangsung di lingkungan keluarga.Sedangkan pendidikan formal adalah pendidikan yang melibatkan sekolah. Dalam keluarga, orang tua yang paling utama dalam mengembangkan akhlak anak, itulah sebabnya orang tua terutama ibu dianggap sebagai madrasah pertama bagi anak. Namun, orang tua dan sekolah tidak akan dapat mengembangkan akhlak anak tanpa ada sinergitas antar keduanya. Karena kerjasama antara orang tua dan sekolah sangan penting.Itu artinya kerjasama antar orang tua dan sekolah harus tercapai.
Dengan demikian, penulis akan membahan bentuk sinergitas anatara orang tua dan MAN 2 Banyuwangi dalam mengembangkan akhlak anak. Pada artikel ini akan ada beberapa pertanyaan yang dibahas yaitu (1) Bagaimana perencanaan orang tua dalam mengembangan akhlak anak di MAN 2 Banyuwangi, (2) Bagaiman perencanaan MAN 2 Banyuwangi dalam mengembangan akhlak anak , (3) Bagaimana sinergitas orang tua dan MAN 2 Banyuwangi dalam mengembangkan akhlak anak.
II. PEMBAHASAN
A. SINERGITAS ORANG TUA DAN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN AKHLAK
1. Pengertian Sinergitas
Kata Sinergitas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal dari kata “sinergi” yang berarti melakukan kegiatan gabungan yang mempunyai pengaruh besar (Kamus Pusat Bahasa, 2007:1070). Menurut Covey, sinergitas diartikan sebagai kombinasi atau paduan unsur atau bagian yang dapat menghasilkan keluaran yang lebih baik dan lebih besar dari pada dikerjakan sendiri-sendiri. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sinergitas adalah interaksi dua atau lebih kekuatan untuk pengaruh yang lebih besar.Sinergitas merupakan bentuk usaha bersama untuk mencapai hasil yang maksimal, bisa dikatakan sebagai bentuk kerjasama antara dua agen atau pelaku.Dalam sinergitas, setiap pelakunya memiliki peran yang berbeda namun memiliki tujuan yangsama. Hal ini akan mengsailkan hasil yang lebih maksimal dibandingkan kerja dengan sendiri-sendiri.
2. Pengertian Akhlak
Menurut KBBI akhlak adalah budi pekerti, tabiat, kelakuan, watak. Menurut Hamzah Ya’qub berasal dari bahasa Arab, jamak dari kata “khuluqun”, artinya tindakan.Kata “khuluqun” sepadan dengan kata “khalqun”, artinya kejadian dan kata “khaliqun”.Artinya pencipta dan kata “makhluqun”, artinya yang diciptakan.Dengan demikian, rumusan terminologis dari akhlak merupakan hubungan erat antara Khaliq dengan makhluq serta antara makhluq dengan makhluq. Menurut al-Ghazali akhlak adalah sifat yang melekat pada jiwa seseorang yang menjadikan ia bertindak dengan mudah tanpa banyak pertimbangan. Jadi dapat disimpulkan, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam diri manusia untuk melakukan sesuatu tanpa adanya paksaan.
Akhlak merupakan sifat internal yang dimiliki setiap manusia dan menjadi karakternya yang melekat pada jiwa manusia dan merupakan pondasi pembentukan pribadi manusia seutuhnya.Akhlak itu ada 2, ada akhlak yang baik dan akhlak yangburuk.Orang yang memiliki akhlak baik berarti kelakuannya baik. Sedangkan orang yang akhlaknya buruk, maka kelakuannya akan buruk. Dasar akhlak yang dijelaskan dalam al-Qur‟an yaitu :
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
Artinya :“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(QR. al-Ahzab: 21)
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Nabi Muhammad saw adalah teladan terbaik yang harus diikuti oleh orang-orang beriman. Orang-orang yang beriman meyakini bahwa satu-satunya jalan agar selamat dunia dan akhirat yaitu hanya dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw., tidak ada yang lain.
Dalam Alquran hanya ditemukan bentuk tunggal dari akhlak yaitu khuluq. Firman Allah :
وَاِنَّكَى لَعَلى خُلُقِ عَظِىْمِ
Artinya :“Dan sesungguhnya engkau berbudi pekerti yang luhur”. (QS. Al-Qalam: 4)
Dalam ayat tersebut dijelaska bahwa Nabi Muhammad saw. Memiliki budi pekerti yang luhur.Akhlak merupakan hasil usaha dalam mendidik dan melatih dengan sungguh-sungguh terhadap berbagai potensi rohaniah yang terdapat dalam diri manusia. Jika progam pendidikan dan pembinaan dirancang dengan baik, sitematis, dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh maka akan menghasilkan anak-anak yang berakhlak baik.
3. Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Akhlak Anak
Menurut KBBI orang tua adalah ayah dan ibu. Orang tua adalah bapak dan ibu yang menyebabkan kehadiran anak. Orang tua merupakan ayah dan ibu yang wajib di hormati, dan orang yang memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya, dan orang tualah yang yang mempunyai kewajiban mendidik anak-anaknya.
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama dalam mengembangkan akhlak, oleh sebab itu keluarga bisa dikatakan sebagai pendiikan informal untuk anak yang dalam hal ini melibatkan orang tua.Maka dari itu, pendidikan yang pertama diperoleh oleh anak adalah pendidikan informal.
Di dalam lingkungan keluarga anak akan mendapat sentuhan pendidikan dalam bentuk fisik maupun spiritual, yang pada gilirannya pengalaman dan pendiidkan yang diperoleh dari lingkungan keluarga akan sangat mempengaruhi kepribadian anak di masa depan. Apa yang tertanam pada jiwa anak semasa kecil akan terbawa hingga ia tumbuh menjadi pribadi dewasa.
Dalam hal ini orangtua bisa dikatakan sebagai agen pendidikan yang paling dekat dengan anak. Maka segala sesuatu kebiasaan yang di lakukan orang tua akan dicontoh oleh anak. Inimerupakan dampak dari pendidikan informal yang dilakukan oleh anaktanpa sadar karena baik buruknya tingkah laku anak ditentukan oleh bagaimana orang tua mendidik anak. Oleh sebab itu, orang tua harus berperilaku baik dan hindari untuk berperilaku buruk agar anak meniru perilaku baik yang dilakukan orang tuanya. Itu lah sebabnya kenapa orang tua memikul beban yangsangan besar dalam pendidikan anak, karena orang tua harus berhati-hati dalam bertingkah laku dan juga orang tua sebagai pengawas untuk anak-anaknya.
Dalam sebuah hadis dijelaskan Rasullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قال رَسُل ُالله صلى الله عليه و سلم كُلُّ مَوْلُودٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَانِهِ اَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Artinya : Dari Abu Hurairah ra. dia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda “Setiap anak yang lahir dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tualah yang mempengaruhi anak menjadi Yahudi, Nasrani, dan Majusi”. (HR. Abu Daud)
Dalam hadis tersebut sudah jelas diterangkan bahwa anak lahir dalam keadaan fitrah dan kedua orang tualah yang memberi pengaruh pada anak Yahudi, Nasrani, atau Majusi.Melatih akhlak anak sangatlah penting, karena anak merupakan amanah dari Allah SWT, untuk disayangi dan di didik.Anak terlahir dalam keadaan fitrah, dan perilaku anak di pengaruhi orang tua dan orang-orang sekitar. Oleh sebab itu, agar anak terhindar dari perilaku yang buruk maka diperlukan pengembangan akhlak terhadap anak. Dalam hal ini orang tua sangatlah berperan penting dalam mengembangkan akhlak anak karena orang tua merupakan madrasah pertama untuk anak.
4. Peran Sekolah dalam Mengembangkan Akhlak Anak
Menurut KBBI sekolah adalah suatu bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran (menurut tingkatannya). Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang penting setelah keluarga.Karena dalam mengembangkan akhlak tidak hanya butuh pendidikan informal saja, melinkan juga di butuhkan pendidikan formal.
Sekolah berfungsi sebagai pembantu keluarga dalam mendidik anak. Sekolah memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anak mengenai apa yang tidak dapat atau tidak ada kesempatan orang tua untuk memberikan pendidikan dan pengajaran di dalam keluarga. Oleh karena itu sudah sepantasnyalah orang tua menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada sekolah.
Sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan anak karena sekolah sebagai lembaga pendidikan formal secara sistematis melaksanakan progam bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya baik yang menyangkut aspek moral spiritual, intelligence, emosional, dan phicycal.
Hurlock mengemukakan bahwa “Sekolah merupakan faktor penentu bagi perkembangan kepribadian anak (siswa) baik dalam cara berpikir, bersikap, maupun cara berperilaku. Sekolah berperan sebagai substitusi keluarga dan guru sebagai substitusi orang tua”.
Dalam sekolah anak akan di bombing oleh guru. Guru merupakan orang yang bertanggung jawab atas perkembangan anak di sekolah. Guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar, karena keberhasilan belajar ditentutakan oleh kinerja guru tentang bagaimana ia mengembangkan kepribadian, akhlak, kecerdasan, emosional pada anak.
B. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berlokasi di MAN 2 Banyuwangi, tepatnya di Jl. KH. Wahid Hasyim No. 6 Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengalaman langsung, observasi dan literature. Penggunaan metode ini untuk mengungkapkan realitas dan aktualitas tentang sinergiitas orang tua dan MAN 2 Banyuwangi dalam mengembangkan akhlak anak.
C. HASIL PENELITIAN
1. Perencanaan Orang Tua dalam Pengembangan Akhlak Anak di MAN 2 Banyuwangi
a. Ibu MR orang tua dari AS
Menurut ibu MR orang tua dari AS siswa MAN 2 Banyuwangi, beliau sudah merencanakan untuk menyekolahkan AS di MAN 2 Banyuwangi sejak AS masih duduk di bangku SMP.Menurut beliau MAN 2 Banyuwangi merupakan salah satu sekolah favorit di Kecamatan Genteng yang sangat menekankan pendidikan akhlak di dalamnya. MAN 2 Banyuwangi juga memilik tiga jurusan yaitu agama, IPA, dan IPS. Tidak hanya itu, MAN 2 Banyuwangi juga memiliki banyak prestasi di bidang akademik maupun non akademik, dan sekolah ini terkenal dengan tata tertibnya yang sangat terorganisir.
“Saya berencana untuk menyekolahkan anak saya di MAN 2 Banyuwangi sejak anak saya AS masih SMP. Alasan saya memilih MAN 2 Banyuwangi karena MAN 2 Banyuwangi merupakan salah satu sekolah di Kecamatan Genteng yang berbasis agama. MAN 2 Banyuwangi juga satu-satunya MA yang negeri di Kecamatan Genteng .Saya memilih MAN 2 Banyuwangi sebagai sekolah anak saya karena saya melihat MAN 2 Banyuwangi ini sangat disiplin untuk membimbing anak menjadi manusiayang berakhlakuk karimah. Selain itu, MAN 2 Banyuwangi juga memiliki banyak prestasi di bidang Akademik maupun nonAkademik.Dan MAN 2 Banyuwangi sudah lama berdiri, jadi saya yakin MAN 2 Banyuwangi dapat menumbuh dan mengembangkan akhlak anak. MAN 2 Banyuwangi juga memiliki pondok, namun karena jarak rumah saya ke MAN 2 Banyuwangi tidak terlalu jauh jadi anak saya AS setiap hari pulang pergi.”
b. Ibu DR orang tua dari ES
“Sejak anak saya masih kelas VII saya sudah berencana untuk menyekolahkan anak saya di MAN 2 Banyuwangi. Alasan saya karena saya ingin ES tidak hanya menambah pengetahuan umum saja, melainkan juga menamabh ilmu agama.Karenasaya melihat MAN 2 Banyuwangi memiliki visi terwujudnya insan berprestasi dan berakhlaq mulia berlandaskan iman dan taqwa, sehingga sangat cocok dengan tujuan saya”.
Menurut ibu DR, alasan beliau menyekolahkan anaknya ES karena visi MAN 2 Banyuwangi sangat cocok dengan tujuan beliau mendidk anaknya agar tidak hanya berpengetahuan umum saja, melainkan juga berpengetahuan agama.
Jadi dapat disimpulkan bahwa alasan orang tua menyekolahkan anak-anak mereka di MAN 2 Banyuwangi agar anak-anak mereka menjadi anak yang berpengetahuan umum sekaligus juga berpengetahuan agama.Tidak hanya itu, MAN 2 Banyuwangi juga sangat disiplin dalam menegakkan tata tertib yang telah dibuat.
2. Perencanaan dan Pengembangan Akhlak di MAN 2 Banyuwangi
MAN 2 Banyuwangi memang sudah ada sejak tahun 1983 / 1984 dengan status Filial dari MAN Banyuwangi, yang diprakarsai oleh bapak Drs. H. Damin Nasar selaku Pengawas Pendidikan Agama Islam Jawa Timur di Banyuwangi. Jadi jika di dihitung MAN 2 Banyuwangi sudah berdiri kurang lebih 36 tahun.Jika dilihat dari lama MAN 2 Banyuwangi berdiri, sekolah ini bisa dikatakan sudah memiliki banyak pengalaman dalam membimbingdan mengembangkan akhlak anak.
Kemudian Ma’had Al Qosimy” diresmikan pada hari senin, tanggal 27 Januari 2014 Oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupeten Banyuwangi (H. Santoso, S.Ag.M.Pd.I.). Pada tahun pelajaran 2014 -2015 “Ma’had Al Qosimy” resmi beroperasi, dengan menerima santri khusus siswi MAN 2 Banyuwangi. “Ma’had Al Qosimy” selain memberikan pelajaran kitab (diniyyah) juga memberikan bimbingan belajar materi Ujian Nasional. Ke depan diharapkan “Ma’had Al Qosimy” berkembang dan dapat menampung tidak hanya siswi tapi juga siswa MAN 2 Banyuwangi.
MAN 2 Banyuwangi juga memiliki 3 jurusan, yaitu agama, IPA, dan IPS. Siswa dibebaskan untuk memilih masuk jurusan yang mana saja sesuai minat.Namun, semuanya juga mendapat pengetahun umum dan juga agama.Yang membedakan setiap jurusan adalah pelajaranpeminatan yang ada didalamnya.Dari sinilah yang membuat MAN 2 Banyuwangi berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya karena MAN 2 Banyuwangi tidak hanya menekankan pengetahun umum, melainkan juga pengetahuan agama.
MAN 2 Banyuwangi juga sangat terkenal dengan metode yang digunakan dalam menegakkan tata tertib yang telah di buat oleh MAN 2 Banyuwangi agar terlaksana secara disiplin. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mendidik dan mengembangkan akhlak anak. Bentuk perencanaan dan pengembangan akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi di susun berdasarkan visi, misi, target pembelajaran, dan kegitan yang dapat mengembangkan akhlak anak. Bentuk perencanaan dan pengembangan tersebut sebagai berikut :
a. Visi MAN 2 Banyuwangi
“Terwujudnya insan berprestasi dan berakhlaq mulia berlandaskan iman dan taqwa”
b. Misi MAN 2 Banyuwangi
1. Meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan agar siswa istiqomah dalam pengamalan ajaran islam
2. Meningkatkan kualitas proses belajar untuk mencapai prestasi prima.
3. Menumbuhkan semangat belajar dan daya kompetisi siswa.
4. Meningkatkan kualitas pengembangan diri siswa (intrakurikuler dan ekstrakurikuler) yang berorientasi penguasaan iptek, serta kecerdasan emosional dan spiritual.
5. Meningkatkan kualitas administrasi dan manajemen pendidikan yang efektif
6. Meningkatkan partisipasi stake holder pada madrasah
Untuk lebih rincinya, misi pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi adalah sebagai berikut :
c. Target Pembelajaran
1. Spriritual Quotients (SQ). Bertauhid, aqidah dan akhlaq, sadar sholat, sadar membaca al-Qur-an,
2. Emotional Quotients (EQ). Berperilaku sopan dan santun, disiplin, percaya diri, berpenampilan rapih dan bersih, tanggung jawab
3. Intelligence Quotients (IQ). Membaca efektif, mampu membaca al-Qur’an, berkomunikasi dengan baik, menguasai bahasa Indonesia, Ujian Nasional, membuat robot sederhana.
4. Physical Quotients (PQ). Sehat, terampil dalam olahraga, berwirausaha, terampil dalam berkarya dan seni budaya
d. Kegiatan pengembangan akhlak
Untuk mewujudkan akhlak, Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi melakukan serangkaian kegiatan yang dapat mengembangkan akhlak anak.Mulai dari masuk hingga pulang.Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari dan wajib diikuti oleh seluruh siswa siswi MAN 2 Banyuwangi. Kegiatan tersebut anta lain yaitu :
1. Bagi siswa yang berangkat menggunakan sepeda motor, saat masuk gerbang sekolah sisiwa harus turun dari sepeda dan menuntun sepedanya. Untuk siiswa yang jalan kaki maka harus bersalaman dengan guru yang sudah ada di depan.
2. Masuk harus dengan almamater lengkap, tidak boleh memakai sandal dan sepatu harus hitam
3. Sebelum memulai pelajaran, hal pertama yang harus dilakukan adalah membaca al-Qur’an. Jadi sebaiknya dari rumah sudah berwudlu. Untuk siswa perempuan yang sedang datang bulan tidak membaca al-Qur’an dan hanya mendengarkan saja.
4. Setelah membaca al-Qur’an, dilanjutkan membaca asmaul husna bersama sama. Setelah itu membaca do’a sebelum belajar.
5. Setiap hari senin, tidak membaca al-Qur’an melainkan diganti dengan kajian kitab Ta’lim Muta’alim.
6. Pada hari jum’at, kegiatan membaca al-Qur’an diganti dengan istighosah.
7. Sebelum pelajaran dimulai, semua siswa dan sisiwi yang membawa handphone dikumpulkan di wali kelas masing-masing, dan diambil saat pulang sekolah
8. Jam istirahat pertama semua siswa melaksanakan sholat dhuha. Untuksiswa perempuan yang datang bulan berkumpul di lapangan dan membaca asmaul husna
9. Istirahat kedua pukul 11.30 dilaksanakan sholat dhuhur. Dan untuk sisiwa perempuan yang datang bulan, berkumpul dan membaca asmaul husna.
Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh pihal Madrasah guna untuk mengembangkan akhlak siswa dan sisiwi. Dengan serangkaian kegiatan tersebut, siswa dan sisiwi Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi akan terbiasa untuk melakukan hal tersebut yang kemudian hal tersebut dapat mengembangkan akhlak dalam diri setiap siswa.
Fasilitas belajar yang ada MAN 2 Banyuwangi untuk mendukung proses pengembangn akhlak dan potensi anak, yaitu :
1. Ponpes Al-Qosimy (Kuota Terbatas)
2. Sholat Dhuha & Dhuhur berjamaah
3. Membaca Alqur'an bersama sebelum proses pembelajaran dimulai
4. Kajian Kitab Taklimul Muta’alim dan Istighosah
5. Ekstrakurikuler / Bakat Minat :Pramuka, PMR, Basket, Bola Voly, Football, Tenis Meja, Jurnalistik, Paskibra, Tahfidz, Theater, Qiro'ah, Khitobah, Hadrah, Inkai, PSHT, Matematika,Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, B Arab, Kampung Inggris, Karya Tulis Ilmiah, Tata Busana, Drum Band, Musik Band, Batminton , Seni Karawitan, Wall Climbing
6. Masjid AT-TA’AWUN
7. Hotspot Area
8. MAN Fair / Bazar
9. Perpustakaan
10. Laboratorium Biologi, Fisika, Kimia
11. Laboratorium Komputer (Ruang CBT)
12. Laboratorium Bahasa (Ruang Multimedia)
13. Laboratorium Ketrampilan
14. Laboratorium Keagamaan
15. AULA Tempat Pertemuan
16. Usaha Kesehatan Sekolah.(UKS)
3. Sinergitas Orang Tua dan MAN 2 Banyuwangi dalam Pengembangan Akhlak
Pengembangan akhlaq anak merupakan tanggung jawab seluruh komponen. Karena itu, untuk mengembangkan akhlaq anak selain perencanaan orang tua dan perencanaan Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi, dibutuhkan yang namanya sinergitas agar proses pengembangan akhlak anak dapat berjalan sesuai rencana dan maksimal. Dalam mengembangkan akhlak anak, orang tua dan Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi memiliki peran masing-masing. Namun keduanya saling bekerja sama untuk tujuan yang sama. Sinergitas orang tua dan MAN 2 Banyuwangi dalam mengembangkan akhlaq anak antara lain :
1. Setiap pagi pihak MAN 2 Banyuwangi memberi kabar ke orang tua siswa bahwa sisiwa yang bersangkutan hadir atau izin sakit atau izin bepergian, atau tidak ada keterangan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kebohongan siswa terhadap orang tua. Misalnya, dari rumah sisiwa tersebut izin ke orang tua untuk berangkat sekolah ternyata sisiwa tersebut tidak sampai ke sekolah.
2. Saat pulang sekolah, pihak madrasah akan mengabari orang tua sisiwa bahwa jam KBM telah berakhir. Hal ini dilakukan untuk mencegah sisiwa bermain setelah pulang sekolah sebelum pulang kerumah. Ini juga bertujuan untuk menghindari kekawatiran orang tua terhadap anak.
3. Ketika malam hari ba’da magrib, pihak madrasah mengingatkan orang tua melalui SMS untuk mengingatkan anakanya untuk belajar
4. Setiap siswa perempuan wajib memiliki kartu datang bulan, hal ini bertujuan untuk mencegahkebohongan tidakmelaksanakan sholat dhuha dan dhuhur dengan alasan datang bulan.
5. Orang tua memiliki nomor telpon dari salah satu guru, hal ini bertujuan untuk jika sewaktu-waktu orang tua membutuhkan informasi tentang anaknya, atau jika ingin mengizinkan anaknya untuk tidak ikut KBM karena sutu hal tertentu.
6. Pihak madrasah akan melapor kepada orang tua sisiwa jika sisiwa melakukan pelanggaran yang cukup berat. Kemudian memanggil orang tua sisiwa untuk datang ke Madrasah dan menyelesaikan masalah sisiwa bersama pihak madrasah
Dengan begitu, pengembangan akhlak anak tidak dibebankan seluruhnya kepada pihal Madrasah melainkan dibutuhkan bantuan orang tua dalam membimbing anak. Begitu juga dengan orang tua, pengembangan akhlak anak tidak akan bisa maksimal tanpa bantuan madrasah, karena dalam mengembangkan akhlak anak tidak hanya butuh pendidikan informal, melainkan juga dibutuhkan pendidikan formal. Yaitu dengan melibatkan aktivis sekolah dalam proses pengembangan akhlak anak.
III. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam pengembangan akhlak anak. Di dalam keluarga, orang tualah yang sangat berpengaruh terhadap pengembangan akhlak. Namun pendidikan informal saja tidak cukup untuk mengembangkan akhlak anak, dibutuhkan juga pendiikan formal yang melibatkan guru di dalamnya.
Alasan orang tua memilih MAN 2 Banyuwangi unuk sekolah anaknya anaknya adalah karena MAN 2 Banyuwangi merupakan sekolah yang tidak hanya menekankan pengetahuan umum untuk siswanya, melainkan juga pengetahuan agama.
Visi MAN 2 Banyuwangi adalah Terwujudnya insan berprestasi dan berakhlaq mulia berlandaskan iman dan taqwa. Misi MAN 2 Banyuwangi adalah meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan agar siswa istiqomah dalam pengamalan ajaran islam, meningkatkan kualitas proses belajar untuk mencapai prestasi, menumbuhkan semangat belajar dan daya kompetisi siswa, meningkatkan kualitas pengembangan diri siswa dalam (intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler) yang berorientasi penguasaan iptek, serta kecerdasan emosional dan spiritual, meningkatkan kualitas administrasi dan manajemen pendidikan yang efektif, meningkatkan partisipasi stake holder pada Madrasah.
MAN 2 Banyuwangi menggunakan taat tertib yang didalam seetiap tata tertib terdapat poin pelanggaran. Setiap siswa yang melakukan pelanggaran akan diberi point pelanggaran. Batas maxsimal point pelanggaran hingga sisiwa di dropout dari MAN 2 Banyuwangi adalah 50. Namun setiap kenaikan kelas poin di kurangi setengah ini merupakan bentuk keringanan untuk sisiwa yang melakukan pelanggaran, ini berlaku untuk point yang belum mencapai 50.
DAFTAR PUSTAKA
Fitri, Nur Lailatul. 2017. Jurnal: Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak Anak Sejak Dini. STAI AL Hikmah: Tuban
KBBI. 2008
Muhtadi. 2007. Artikel: Peran Orang Tua Terhadap Pembinaan Akhlak Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam. Fakultas Agama Islam Universitas Darul ‘Ulum: Jombang
Norlena, Ida. 2015. Kerjasama Orang Tua dan Sekolah dalam Pembinaan Anak. Guru Madrasah Tahun 2013 dari MTsN Haruai Kabupaten Tabalong
Novia, Endah One. 2019. Sinergitas Metode Bimbingan Orang Tua dan Guru Agama dalam Meningkatkan Pengalaman Agama Anak Tunarungu di SLB Negeri Jepara . Universitas Negeri Islam Walisongo: Semarang
Roja, Azharia. 2015. Kerjasama orang tua dan Guru dalam Upaya Pembinaan Al-Akhlak Al-Karimah Siswa di Homescholing Group (HSG) Sekolah Dasar Khoiru Ummah 20 Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim: Malang
UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003
Web MAN 2 Banyuwangi http://www.man2banyuwangi.sch.id/
Zamroni, Amin. 2017. Strategi Pendidikan Akhlak Pada Anak. Unissula: Semarang


Komentar
Posting Komentar